Menu

Mode Gelap
Pembina Rumah Baca Hikmah Nur Beting dan TBM Ar-Rahmah Sampaikan Ucapan Hari Kartini 2026 Call Article Paper Special For National Education Day! Kartini Masa Kini: Kolaborasi untuk Indonesia Mandiri dan Maju Wanita dan Profesi Akuntansi: Antara Peluang, Tantangan, dan Inovasi di Era Global Kartini Masa Depan : Inovasi, Kesetaraan, dan Kemandirian

Uncategorized · 29 Nov 2024 16:28 WIB ·

Pentingnya Pendidikan Karakter Melalui Rumah Baca


 Pentingnya Pendidikan Karakter Melalui Rumah Baca Perbesar

(Jaka Saputra)

Akhir-akhir ini, peran lembaga pendidikan banyak disorot oleh masyarakat. Berbagai kasus tawuran antar pelajar, perilaku asusila, penyalahgunaan narkoba, kekerasan siswa terhadap orang tua dan guru, dan berbagai kasus lain yang melibatkan anak-anak. Siswa dianggap sebagai indikator lemahnya peran pendidikan dalam membentuk karakter generasi sekarang. Tugas membentuk karakter yang dilakukan oleh lembaga pendidikan pada kenyataannya berbenturan dengan realita kehidupan saat ini.

Pendidikan adalah kebutuhan manusia sejak lahir agar bisa menjalani kehidupan. Pendidikan harus diusahakan, karena pendidikan tidak datang dengan sendirinya. Hal ini sejalan dengan pendapat (Zuriah, 2008: 26). Karakter itu sendiri secara etimologis berasal dari bahasa latin yaitu karakter, tabiat, watak, yang terdapat pada kelompok seseorang yang berkaitan dengan keilahian, sesama manusia, lingkungan, negara bangsa, yang dimanifestasikan dalam wujud pikiran, sikap, hukum, etika, budaya, dan adat istiadat (Fitri, 2012: 20-21). Artinya pendidikan karakter adalah proses pembelajaran sepanjang hayat yang bertujuan untuk membentuk pribadi yang berakhlak mulia, berkemampuan, bertanggung jawab, dan menjadi warga negara yang baik. Nilai-nilai karakter yang perlu ditanamkan meliputi kejujuran, tanggung jawab, hormat, peduli, adil, berani, mandiri, cinta tanah air, dan sebagainya.

Mengingat pentingnya pendidikan karakter dapat diimplementasikan tidak hanya di dapatkan di sekolah sebagaimana dalam Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2017 perihal Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan selanjutnya dijelaskan dalam Permendikbud No 20 Tahun 2018, pendidikan karakter juga bisa dilakukan di berbagai lingkungan, termasuk melalui TBM. Ketersediaan bahan bacaan, kegiatan literasi, dan program-program yang berorientasi pada pengembangan karakter generasi muda, tentunya dapat berguna terutama dalam mewujudkan cita-cita yang diimpikan.

Mudahnya akses terhadap internet yang berarti juga mudah mengakses sisi positif dan negatifnya merupakan tantangan terberat bagi lembaga pendidikan. Maka, tak heran bahwa terjadi degradasi moral di Indonesia dengan 47 persen kasus hoaks dan penipuan, 27 persen ujaran kebencian, dan 13 persen diskriminasi di media sosial dan bahkan di dunia nyata sehari-hari. Kondisi ini sangat memprihatinkan sehingga memicu jatuhnya nilai-nilai pendidikan karakter yang ditanamkan kepada anak-anak, siswa atau generasi muda saat ini.

Hadirnya Taman Bacaan Masyarakat (TBM), menjadi salah satu jantung pusat bacaan di tingkat komunitas maupun suatu kawasan. TBM atau sejenisnya, memiliki peran krusial dalam membentuk karakter generasi muda. Lebih dari sekadar tempat membaca, rumah baca dapat menjadi wahana efektif untuk menanamkan nilai-nilai luhur, membangun kepribadian yang kuat, dan mempersiapkan individu untuk menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga  Call Article Paper Special For National Education Day!

Pendidikan karakter dalam konteks rumah baca bukan sekadar pelengkap, melainkan inti dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Rumah baca, sebagai ruang publik yang menyediakan akses berbagai macam bacaan. Tentu memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang menjadi ruang transformasi, di mana nilai-nilai positif ditanamkan melalui literasi.

Penelitian yang dilakukan Lubis menyatakan bahwa pendidikan karakter merupakan nilai sebuah hal yang menjadi bagian dalam hidup manusia. Ia menjadi sebuah poin fundamental dalam hidup seseorang sebagai tindak-tanduk manusia adalah bagian perwujudan dari nilai itu sendiri.

Dengan membaca, anak-anak dan remaja serta masyaraat dapat belajar dari tokoh-tokoh inspiratif, meniru sifat-sifat yang baik, dan menghindari perilaku yang buruk. Adanya TBM dapat meningkatkan empati melalui sajian bacaan dari cerita fiksi, dimana pembaca diajak untuk merasakan berbagai macam emosi dan memahami perspektif orang lain. Hal ini akan meningkatkan empati dan kemampuan bersosialisasi.

Bacaan non fiksi dapat memberikan pengetahuan, wawasan, imajinasi, dan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Banyaknya pilihan buku-buku yang menarik dan relevan dengan minat pembaca, ini akan mendorong pembaca menumbuhkan minat membaca sejak dini. TBM juga dapat menggelar kegiatan kreatif, seperti menulis cerita, membuat puisi, atau menggambar yang dapat menumbuhkan niali-nilai positif dalam pembentukan nilai-nilai karakter. Kegiatan-kegiatan ini dapat membantu anak-anak dan remaja untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan kreativitas. Lebih jauh, menjadikan individu yang mandiri dan bertanggung jawab. Hal ini, akan membuka pintu bagi berbagai macam pengetahuan dan pengalaman.

Oleh karena itu, Pertama, pendidikan karakter menjadi pondasi bagi individu untuk menjalani kehidupan yang bermakna. Nilai-nilai moral yang tertanam sejak dini akan menjadi pedoman dalam pengambilan keputusan dan menghadapi berbagai tantangan hidup. Kedua, pendidikan karakter membantu individu membangun hubungan sosial yang harmonis. Dengan memiliki empati, toleransi, dan kemampuan berkomunikasi yang baik, individu dapat berinteraksi dengan orang lain secara positif dan membangun jaringan sosial yang kuat. Ketiga, untuk prestasi akademik, studi menunjukkan bahwa siswa yang memiliki karakter yang baik cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih baik. Nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar yang tinggi akan mendorong anak untuk mencapai potensi maksimalnya.

Taman Bacaan Masyarakat menanamkan pendidikan karakter sangat penting kepada anak-anak, generasi muda serta masyarakat untuk membekali setiap individu dengan keterampilan dan karakter yang baik. Nilai-nilai seperti integritas, keberanian, dan visi yang jelas akan membantu individu menjadi pemimpin yang inspiratif dan dapat diandalkan. Kontribusi TBM juga menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama, melalui buku-buku yang mengangkat tema sosial dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan, diajak untuk peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar, mendorong individu untuk terus belajar dan berkembang. Sehingga menimbulkan kepribadian yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan semangat untuk memperbaiki diri, individu akan mampu menghadapi perubahan dan tantangan zaman yang selalu berkembang.

Baca Juga 

Terdapat beberapa langkah yang diterapkan pada rumah baca maupun jenis lainnya, dalam menanamkan pendidikan karakter seperti:

Memilih dan menyiapkan buku-buku bacaan yang mengandung nilai-nilai positif, seperti kejujuran, keberanian, tanggung jawab, dan kasih sayang. Menghindari buku-buku yang mengandung unsur kekerasan, pornografi, atau SARA. Program-program yang terogranisir yang bertujuan mengembangkan berbagai aspek kepribadian, seperti keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan kreativitas serta didampingi oleh orang-orang yang memiliki kompetensi yang ilmu pengetahuan yang luas.

Mengadakan diskusi tentang buku-buku yang akan dan telah dibaca. Tujuannya, dapat membantu memahami isi buku secara lebih mendalam dan menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Diskusi dapat dilakukan dengan tokoh masyarakat, atau ahli di bidang tertentu untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan. Hal ini dapat menjadi inspirasi bagi pembaca untuk mengembangkan diri.

TBM dapat berkolaborasi dengan sekolah dan komunitas rumah baca lainnya untuk memperluas jangkauan program-program pendidikan karakter. Namun, tantangan dalam menanamkan pendidikan karakter di rumah baca adalah kurangnya minat baca di kalangan anak-anak, dan generasi muda, karena pengaruh media dan kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di masyarakat.

Untuk mengatasi masalah ini, TBM perlu terus mengembangkan berbagai inovasi-inovasi dan membuat program menarik dan relevan dengan minat pembaca. Selain itu, dukungan dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat luas juga sangat diperlukan.

Hari ini zaman sangat berkembang, demikian juga dunia pendidikan. Kemudahan mengakses informasi dan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat Indonesia maupun dunia yang tentunya menjadi perhatian Taman Bacaan Masyarakat. Kehadiran TBM tentunya dapat berkontribusi mendorong pendidikan karakter dapat terlaksana untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial yang ada, seperti kemiskinan, putus sekolah, dan kenakalan remaja. Pendidikan karakter yang dilakukan di rumah baca merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang lebih baik, mencetak generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia. (Penulis adalah mahasiswa S-1 IAIN Pontianak, Program Studi Ahwal Syaksiyyah ( Hukum Keluarga Islam ), Fakultas Syariah)

Editor: Ita Nurcholifah, Juniawati

Tim Web:

Monallisa

Nanda Meilisa Fitri

Pajar Wahyudi

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Batin

27 September 2025 - 08:07 WIB

Jerita Jiwa

27 September 2025 - 08:04 WIB

Yuk Menulis Edisi “Tema Bebas” Bersama Rumah Baca Hikmah Nur Beting

10 September 2025 - 14:15 WIB

Ucapan Selamat Ulang Tahun RB-HNB Oleh Pembina Rumah Baca Hikmah Nur Beting

7 September 2025 - 20:55 WIB

Ucapan Selamat Ulang Tahun RB-HNB Oleh Ketua Rumah Baca Hikmah Nur Beting

7 September 2025 - 20:47 WIB

Ucapan Selamat Ulang Tahun RB-HNB Oleh Dosen Kaunselor Brunei Darussalam

7 September 2025 - 12:12 WIB

Trending di Uncategorized