(Monallisa)
Komunikasi menjadi salah satu bagian yang tidak akan pernah terlepaskan di dalam bagian kehidupan manusia. Komunikasi berasal dari bahasa latin communes yang artinya sama. Adapun pengertian lain dari komunikasi ialah suatu proses penyampaian pesan yang dilakukan oleh komunikator kepada komunikan. Untuk mencapai suatu tujuan maka kita harus memperhatikan kefektifan dari sebuah komunikasi sehingga komunikasi efektif.
Komunikasi efektif ialah proses pertukaran informasi, ide, atau perasaan yang menghasilkan hubungan baik antara pengirim dan penerima pesan. Dengan terjalinnya komunikasi efektif maka dapat ditandai dengan tercapainya sebuah tujuan komunikasi dan pemahaman yang baik terhadap suatu informasi yang diterima. Seperti satu tim dalam komunitas rumah baca yang telah menyelesaikan kegiatan literasi yang dirancang karena mempunyai satu visi yang sama terhadap rumah baca.
Komunikasi sangat berkaitan dengan pengembangan literasi baca terutama pada generasi muda seperti anak-anak. Berdasarkan hasil survey Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020 yang menyatakan bahwa hanya sekitar 10% penduduk Indonesia yang rajin membaca buku. Ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca pada anak-anak yaitu masih sulitnya akses terhadap buku karena jumlah toko buku yang masih sangat terbatas, mahalnya harga buku, ditambah daya beli yang rendah karena tidak ada kebiasaan membaca sejak dini. Selain itu, jumlah Perpustakaan yang berada di suatu wilayah terbatas dan tidak memadai. Kemudian, terdapat ketidaksesuaian kebutuhan buku dengan kebutuhan masyarakat terhadap bacaan, dan masih sulit mengakses informasi. Hal ini juga diperparah dengan banyaknya hiburan-hiburan media sosial yang mengalihkan fokus anak-anak, terlebih kehadiran internet, sehingga anak-anak maupun dewasa dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi.
Untuk itu perlunya komunitas penggerak literasi, seperti adanya rumah baca di setiap daerah ataupun perkampungan untuk mendukung keterbacaan masyarakat terhadap informasi terutama para anak-anak, sekaligus sebagai upaya mengembangkan minat serta semangat literasi mereka. Oleh sebab itu, untuk mewujudkan itu semua, sangat diperlukan yang namanya komunikasi efektif bagi para komunitas ataupun pegiat literasi agar dapat memberikan kemudahan bagi para pengurus rumah baca terutama bagi anak-anak, dalam memahami pesan yang disampaikan sehingga menciptakan huubungan yang saling menguatkan demi tercapainya tujuan. Berikut ini adalah beberapa dari ciri-ciri komunikasi efektif yang dapat diterapkan rumah baca:
- Komunikator mampu menyampaikan informasi secara jelas dan secara natural.
- Komunikan dapat menerima informasi secara aktif, sehingga terjadi kesepahaman antara para pengirim pesan dan para penerima pesan. tidak hanya itu di dalam komunikasi tersebut harus terjadi perubahan sikap, timbal balik yang bersifat positif dari kedua belah pihak yang saling berkomunikasi.
Adapun beberapa dari prinsip komunikasi efektif bagi komunitas rumah baca pada anak-anak ialah dapat dilakukan dengan cara: menghormati (respect), empati (empathy), dapat didengar (audible), jelas (clarity), dan rendah hati (humble).
Berikut ini beberapa cara komunikasi efektif terutama dalam mendekatkan diri dengan anak-anak di rumah baca berdasarkan hasil survei Aniendhita Paramitha (2020), sebagai berikut:
- Minat (interest)
Komunitas memberikan berbagai macam kegiatan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak di rumah baca agar mempunyai program khusus bagi anak-anak yang diberi nama RBK (Rumah Baca Kids) for Kids. Program tersebut membuat anak-anak tertarik.
- Keinginan (desire)
Pada tahapan ini anak-anak berkesempatan meminjam berbagai jenis buku yang disediakan dengan tanpa syarat ketentuan waktu berapa lama buku tersebut boleh di bawa pulang dan buka selama 24 jam.
- Keputusan (decision).
Komunitas mempunyai dua strategi untuk membuat anak-anak dekat dengan buku yaitu dengan strategi sifatnya yang alamiah dan non alamiah. Seperti para anak-anak dikenalkan lebih dalam tentang komunitas rumah baca dengan cara mereka diberikan fasilitas yang menunjang mereka untuk mudah dalam belajar.
- Tindakan (action)
Komunitas secara tidak langsung masuk ke wilayah anak-anak membuat kaget terutama bagi masyarakat setempat karena tidak memiliki tradisi yang kuat tentang membaca. Namun, adapun akses bacaan yang menarik dan membuat minat baca anak-anak membuat mereka tertarik untuk membaca juga melihat-lihat buku yang ada. Untuk itu pentingnya peran bagi para fasilitator untuk mendampingi mereka. Semakin banyaknya bahan bacaan yang tersedia dan beragam bacaan membuat keinginan anak-anak kuat untuk dapat mengakses bacaan dari buku-buku baru.
- Hambatan Komunikasi.
Beberapa faktor penghambat dialami oleh komunitas rumah baca ialah seperti faktor budaya anak-anak yang tidak kuat untuk membaca, dukungan orang tua yang ala kadarnya, volunteer yang over load pekerjaannya dan tidak bisa berbahasa daerah setempat.
Komunikasi yang baik dan terstruktur akan menambah efektif suatu lembaga dalam hal ini komunitas rumah baca. Komunikasi yang efektif dalam kepengurusan rumah baca sangat berperan penting dalam menciptakan pemahaman yang sama oleh setiap bagian dari kepengurusan. Sehingga melalui komunikasi yang efektif dapat menciptakan hasil yang selaras dan tercapainya target yang diinginkan rumah baca. Selamat mencoba! (Penulis merupakan Tim Website rumahbacahikmahnurbeting.or.id)
Referensi:
Aniendhita Paramitha. (2020). Komunikasi Efektif Komunitas Rumah Baca dalam Meningkatkan Minat Baca Pada Anak-Anak di dusun Kanoman. Jurnal COMMIFAST. Vol 1, no.1 pp, 1-5. https://doi.org/10.12928/comnicast.v1i1.2408
Editor: Juniawati
Tim Website:
Monallisa
Nanda Meilisa Fitri
Pajar Wahyudi







