Menu

Mode Gelap
Pembina Rumah Baca Hikmah Nur Beting dan TBM Ar-Rahmah Sampaikan Ucapan Hari Kartini 2026 Call Article Paper Special For National Education Day! Kartini Masa Kini: Kolaborasi untuk Indonesia Mandiri dan Maju Wanita dan Profesi Akuntansi: Antara Peluang, Tantangan, dan Inovasi di Era Global Kartini Masa Depan : Inovasi, Kesetaraan, dan Kemandirian

Uncategorized · 22 Mar 2025 16:46 WIB ·

Memahami Emosi dan Membebaskan Diri dari Beban Emosi Berdasarkan Kemampuan Kecepatan Berpikir. (Bagian 1)


 Memahami Emosi dan Membebaskan Diri dari Beban Emosi  Berdasarkan Kemampuan Kecepatan Berpikir. (Bagian 1) Perbesar

(Irene Margareth Saragih, M.M., M.Psi., Psikolog)

Emosi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah luapan perasaan yang berkembang dan surut dalam waktu singkat, keadaan dan reaksi psikologis dan fisiologis (seperti kegembiraan, kesedihan, keharuan, kecintaan), keberanian yang bersifat subjektif. Menurut penulis emosi merupakan bagian diri manusia berasal dari pengalamannya dapat mendorong reaksi psikologis ataupun fisiologis terjadi sebagai reaksi dari suatu situasi, perasaan, atau pikiran tertentu. Emosi dapat dibagi menjadi dua jenis utama: (1) emosi positif, seperti kebahagiaan, cinta, dan rasa syukur, (2) emosi negatif, seperti marah, cemas, dan kesedihan. Kedua jenis emosi ini memiliki tujuan yang penting dalam kehidupan kita. Emosi positif dapat memberi kita energi dan motivasi untuk mencapai tujuan kita, sementara emosi negatif memberi kita tanda atau sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu kita perbaiki atau atasi.

Setiap hari, manusia merasakan berbagai jenis emosi yang memengaruhi cara kita berpikir, bertindak, dan berinteraksi dengan orang lain. Namun, meskipun emosi merupakan hal yang alami, ada saja orang yang merasa terbebani oleh perasaan tersebut, terutama ketika emosi tersebut tidak terkelola dengan baik. Selanjutnya penulis akan membahas tentang bagaimana kita bisa lebih memahami emosi dan bagaimana cara membebaskan diri dari beban emosional yang mungkin menahan kita untuk berkembang berdasarkan kemampuan kecepatan berpikir masing-masing individu.

Memahami emosi manusia secara umum.

Siapa diantara kita yang benar-benar memahami emosinya setiap saat? Emosi yang tidak dipahami atau ditangani dengan baik dapat menumpuk dan menambah beban psikologis. Berikut keuntungan memahami emosi diri sendiri:

• Kesadaran diri: Memahami emosi kita membantu menjadi lebih sadar akan diri sendiri dan memberikan reaksi yang sesuai terhadap situasi yang berbeda. Ini memberi kita kontrol lebih besar atas bagaimana kita bereaksi, daripada hanya bereaksi otomatis.

• Pengelolaan emosi yang lebih baik: Ketika kita tahu apa yang saya rasakan dan mengapa saya merasakannya, sayaa dapat lebih mudah mengelola emosi tersebut dengan cara yang sehat, menghindari ledakan emosi atau perasaan yang tidak terkendali.

• Hubungan yang lebih sehat: Dengan memahami emosi kita juga dapat lebih mudah memahami perasaan orang lain. Ini meningkatkan empati dan komunikasi yang pada gilirannya memperbaiki hubungan interpersonal kita.

Baca Juga  Ucapan Selamat Ulang Tahun RB-HNB Oleh Ketua Forum Taman Baca Masyarakat Kalimantan Barat

Emosi Bisa Menjadi Beban

Emosi dapat menjadi beban ketika kita menekannya, mengabaikannya atau membiarkannya menguasai diri kita. Berdasarkan pengalaman observasi dan ada juga yang penulis alami berikut ini cara emosi dapat menjadi beban:

1. Penahanan emosi: Ketika seseorang menahan perasaan marah, kesedihan atau kecemasan ternyata emosi tersebut tidak hilang. Sebaliknya, perasaan ini akan terakumulasi dan dapat muncul dalam bentuk stres, kecemasan atau bahkan depresi.

2. Reaktivitas berlebihan: Jika seseorang terlalu dipengaruhi oleh emosi negatif, seperti kemarahan atau kecemasan yang membuatnya kehilangan perspektif dan menghalanginya untuk berpikir jernih. Ini dapat menyebabkan keputusan yang impulsif atau tidak rasional.

3. Takut menghadapi emosi: Seseorang yang merasa takut atau tidak nyaman dengan emosi mereka akan cenderung menghindarinya. Padahal, emosi yang dihindari justru bisa menjadi lebih kuat dan mengganggu kehidupan sehari-hari.

Memahami Proses Berpikir Manusia

Untuk membebaskan diri dari beban emosi, kita perlu belajar untuk mengenali, menerima, dan mengelola emosi dengan cara yang sehat disesuaikan dengan kemampuan proses berpikir individu. Dalam buku Thinking, Fast and Slow karya Daniel Kahneman mengulas dua sistem pemikiran manusia yang berbeda yang memengaruhi keputusan dan penilaian kita. Kahneman yang meraih penghargaan nobel ekonomi, membagi proses berpikir menjadi dua sistem utama: Sistem 1 dan Sistem 2.

1. Sistem 1: Pemikiran Cepat dan Instingtif

Sistem 1 adalah cara berpikir yang otomatis, cepat dan tidak memerlukan usaha. Proses berpikirnya adalah tanpa kita sadari, mengandalkan intuisi dan pengalaman untuk membuat keputusan yang cepat. Misalnya, saat kita mengenali wajah seseorang atau menghindari bahaya tanpa berpikir panjang. Pemikiran ini cepat dan sering kali berbasis pada heuristik (aturan praktis) yang dapat bermanfaat dalam situasi tertentu, tetapi juga rentan terhadap kesalahan dan bias. Berikut ini efek dari sistem pemikiran cepat dan atau intingtif:

a. Bias dan Heuristik

Kahneman mengidentifikasi berbagai bias kognitif yang dapat muncul saat sistem 1 beroperasi, seperti:

1) Bias konfirmasi: kecenderungan untuk mencari informasi yang mendukung pendapat atau keyakinan kita.

Baca Juga  Emosi Stabil Rezeki Mengalir

2) Anchoring: Ketika kita terlalu dipengaruhi oleh informasi pertama yang kita terima (misalnya, angka pertama yang disebutkan dalam negosiasi).

3) Availability heuristic: menilai kemungkinan suatu peristiwa berdasarkan sejauh mana kita dapat mengingat contoh-contoh serupa (misalnya, merasa bahwa perjalanan pesawat lebih berbahaya karena kita sering mendengar berita kecelakaan pesawat).

 

b. Efek Priming dan Framing

Kahneman membahas efek priming, di mana kita dipengaruhi oleh informasi yang ada di sekitar kita, bahkan saat individu tersebut tidak menyadarinya. Misalnya, iklan atau kata-kata tertentu dapat memengaruhi keputusan individu. Selain itu, framing effect menunjukkan bagaimana cara informasi disajikan dapat memengaruhi keputusan dan penilaian kita, meskipun substansi informasi tersebut sama.

c. Penciptaan Ilusi Keputusan

Kahneman menjelaskan bahwa meskipun seseorang sering merasa bahwa ia membuat keputusan rasional, kenyataannya banyak keputusan individu dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak rasional. Manusia bisa terjebak dalam overconfidence bias, di mana individu tersebut merasa lebih yakin dengan keputusannya daripada yang seharusnya. Kahneman juga membahas tentang prospective theory, yang menjelaskan bagaimana seseorang merasakan kerugian dan keuntungan dalam konteks yang berbeda dengan kerugian sering kali terasa lebih kuat daripada keuntungan yang sebanding.

2. Sistem 2: Pemikiran Lambat dan Analitis

Sistem 2 adalah cara berpikir yang lebih lambat, reflektif dan memerlukan usaha mental yang lebih besar. Proses berpikir ini digunakan ketika kita menghadapi masalah yang rumit, membuat keputusan yang membutuhkan analisis atau ketika kita perlu berhati-hati dan berpikir lebih mendalam. Berbeda dengan Sistem 1, pemikiran ini lebih terkontrol dan membutuhkan energi serta perhatian.

Keputusan dalam kehidupan sehari-hari dengan memahami tentang dua sistem pemikiran yang terjadi pada manusia dapat membantu kita dalam mengambil keputusan pribadi, profesional, maupun kebijakan publik. Karena dengan memahami peran bias dalam pengambilan keputusan dapat membantu seseorang menjadi lebih waspada dan lebih rasional dalam membuat keputusan yang lebih baik. (Bersambung). (Penulis adalah karyawan di Pro Resource yang bergerak di bidang HR Services, Freelance dan career konselor pada suatu komunitas belajar anak).

Editor: Juniawati

Tim Web:

Monallisa

Nanda Meilisa Fitri

Pajar Wahyudi

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Batin

27 September 2025 - 08:07 WIB

Jerita Jiwa

27 September 2025 - 08:04 WIB

Yuk Menulis Edisi “Tema Bebas” Bersama Rumah Baca Hikmah Nur Beting

10 September 2025 - 14:15 WIB

Ucapan Selamat Ulang Tahun RB-HNB Oleh Pembina Rumah Baca Hikmah Nur Beting

7 September 2025 - 20:55 WIB

Ucapan Selamat Ulang Tahun RB-HNB Oleh Ketua Rumah Baca Hikmah Nur Beting

7 September 2025 - 20:47 WIB

Ucapan Selamat Ulang Tahun RB-HNB Oleh Dosen Kaunselor Brunei Darussalam

7 September 2025 - 12:12 WIB

Trending di Uncategorized