Menu

Mode Gelap
Pembina Rumah Baca Hikmah Nur Beting dan TBM Ar-Rahmah Sampaikan Ucapan Hari Kartini 2026 Call Article Paper Special For National Education Day! Kartini Masa Kini: Kolaborasi untuk Indonesia Mandiri dan Maju Wanita dan Profesi Akuntansi: Antara Peluang, Tantangan, dan Inovasi di Era Global Kartini Masa Depan : Inovasi, Kesetaraan, dan Kemandirian

Berita dan Artikel · 30 Jan 2025 12:25 WIB ·

Penyebab dan Solusi Anak: Ceria di Rumah Tetapi Pendiam di Sekolah 


 Penyebab dan Solusi Anak:  Ceria di Rumah Tetapi Pendiam di Sekolah  Perbesar

(Annisa Rezki Eka Putri Wahyudi)

Sebagai seorang pendidik, kita seringkali menemui beragam karakter siswa. Salah satunya adalah siswa yang terlihat pendiam dan kurang aktif di kelas, tetapi ceria dan bersemangat saat berada di lingkungan yang lebih santai, seperti saat mengikuti les privat di rumah. Fenomena ini tentu saja membuat kita bertanya-tanya, “mengapa ya?” Bagaimana cara mengoptimalkan potensi belajar mereka?”. Mengapa anak pendiam di sekolah? Perbedaan ini tentu saja menarik untuk dikaji. Berikut ini, beberapa faktor yang dapat menyebabkan anak menjadi pendiam di sekolah, antara lain:

  1. Lingkungan belajar

Sekolah memiliki struktur dan aturan formal, berbeda dengan les privat yang lebih santai dan personal. Beberapa siswa merasa lebih nyaman dan bebas berekspresi dalam lingkungan yang lebih fleksibel.

Interaksi sosial

Di sekolah, siswa berinteraksi dengan banyak teman sebaya, sementara dalam les privat interaksi lebih terbatas. Beberapa siswa merasa lebih mudah berinteraksi dengan satu orang atau dalam kelompok yang lebih kecil (Husaini & Lestari, 2019).

Kepribadian

Beberapa anak memang memiliki sifat introvert, cenderung lebih suka menyendiri dan kurang nyaman dalam situasi sosial yang ramai.

Rasa malu

Rasa malu yang berlebihan dapat membuat anak kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain, terutama dengan orang yang tidak dikenal.

Takut membuat kesalahan

Ketakutan akan penilaian negatif dari teman sebaya atau guru dapat membuat anak menjadi lebih pendiam dan enggan untuk berbicara.

Kurang percaya diri

Kurang percaya diri dapat menghambat kemampuan anak untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan orang lain. Akibatnya anak menjadi pemalu, kesulitan berkomunikasi, kondisi fisik, faktor keturunan, pola asuh orang tua (Nurfarjani, 2021) termasuk karena kondisi fisik setelah terjadi kecelakaan atau memang karena cacat dari lahir, rendahnya daya tangkap anak, serta pengalaman tidak menyenangkan di masa lalu.

Pengalaman buruk di sekolah

Pernah mengalami kejadian yang tidak menyenangkan di sekolah, seperti perundungan, dapat membuat anak trauma dan enggan untuk kembali ke sekolah.

Perbedaan gaya belajar

Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Jika gaya belajar anak tidak sesuai dengan metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah, mungkin akan merasa kesulitan dan kurang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar (Effendi et al., 2023).

Baca Juga  Jejakku di Antara Hening

i. Peran Guru di Sekolah

Sebagai guru, kita memiliki peran yang sangat penting dalam membantu siswa-siswa kita, termasuk mereka yang cenderung pendiam. Beberapa hal yang dapat kita lakukan antara lain:

j. Membangun hubungan yang positif

Ciptakan suasana kelas yang hangat dan inklusif, di mana setiap siswa merasa diterima dan dihargai.

Gunakan berbagai metode pembelajaran: Variasikan metode pembelajaran agar siswa tetap tertarik dan terlibat dalam proses belajar.

Berikan kesempatan untuk berpartisipasi

Ajak siswa untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas kelas, baik secara individu maupun kelompok.

Berikan umpan balik yang konstruktif

Berikan pujian dan dorongan kepada siswa atas usaha yang telah mereka lakukan, dan berikan umpan balik spesifik agar memperbaiki diri.

Jalin kerjasama dengan orang tua

Berkomunikasi secara terbuka dengan orang tua siswa untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap tentang perkembangan anak di rumah.

Strategi Mengajar Siswa Pendiam

Berikut ini beberapa strategi untuk membantu siswa pendiam agar lebih aktif dan terlibat dalam proses pembelajaran di kelas.

Buat suasana belajar yang nyaman.

Ciptakan kelas yang positif dan inklusif, di mana setiap siswa merasa diterima dan dihargai.

Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Variasikan metode pembelajaran agar tidak membosankan.

Libatkan siswa dalam kegiatan diskusi kelompok kecil.

Kenali minat dan bakat siswa

Cobalah untuk mengenal lebih dekat minat dan bakat masing-masing siswa.

Hubungkan materi pelajaran dengan minat siswa agar mereka lebih tertarik.

Berikan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi minat mereka melalui proyek-proyek kecil.

Berikan pujian dan dorongan

Berikan pujian yang spesifik dan tulus atas setiap usaha yang dilakukan siswa.

Dorong siswa untuk terus berusaha dan jangan takut untuk membuat kesalahan.

Sampaikan kepada siswa bahwa Anda percaya pada kemampuan mereka.

Gunakan pendekatan individual

Berikan perhatian khusus kepada siswa yang pendiam.

Ajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka yang mendorong siswa untuk berpikir kritis.

Berikan kesempatan bagi siswa untuk menyampaikan pendapatnya.

Libatkan orang tua

Jalin komunikasi yang baik dengan orang tua siswa.

Berbagi informasi tentang perkembangan belajar siswa.

Mintalah masukan dari orang tua tentang bagaimana cara membantu siswa di rumah.

Baca Juga  Everyday Is Mother’S Day (Momentum Hari Ibu dalam Perspektif Islam)

Contoh Kegiatan Pembelajaran yang Menarik

Diskusi kelompok kecil

Bagi siswa menjadi kelompok-kelompok kecil untuk mendiskusikan suatu topik.

Proyek kelompok

Berikan tugas proyek kelompok yang memungkinkan siswa untuk bekerja sama dan saling melengkapi.

Presentasi singkat

Ajak siswa untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya di depan kelas.

Permainan edukatif

Gunakan permainan untuk membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

Peran Orang Tua di Rumah

Orang tua juga memiliki peran yang sangat penting dalam membantu anak mengatasi kesulitan yang dihadapi. Beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua antara lain:

Ciptakan suasana rumah yang nyaman

Buat rumah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak untuk belajar dan bermain.

Dengarkan dengan empati

Berikan waktu bagi anak untuk berbagi perasaan dan pikirannya. Dengarkan dengan penuh perhatian tanpa menghakimi.

Dorong minat dan bakat anak.

Dukung minat dan bakat anak untuk membangun kepercayaan diri.

Bantu anak mengembangkan keterampilan sosial

Ajak anak untuk berinteraksi dengan orang lain, baik itu keluarga, teman, atau tetangga.

Kerja sama dengan guru

Jalin komunikasi yang baik dengan guru anak untuk mengetahui perkembangan anak di sekolah.

Kolaborasi Guru dan Orang Tua

Kolaborasi antara guru dan orang tua sangat penting untuk membantu anak mengatasi kesulitan belajar:

Membuat rencana pembelajaran yang terpadu

Membuat rencana pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajar anak.

Memantau perkembangan anak secara berkala

Memantau perkembangan anak secara teratur untuk melihat apakah ada kemajuan atau kendala yang perlu diatasi.

Memberikan dukungan yang konsisten

Memberikan dukungan yang konsisten kepada anak baik di sekolah maupun di rumah.

Menciptakan Lingkungan Belajar yang Nyaman

Memahami dan mendampingi siswa yang pendiam di sekolah tetapi ceria di rumah membutuhkan kesabaran dan kerja sama guru dan orang tua. Pendukung lainnya adalah lingkungan belajar yang nyaman juga sangat penting bagi perkembangan anak. Sekolah perlu menciptakan suasana yang inklusif dan mendukung, di mana setiap anak merasa dihargai dan diterima apa adanya. Tujuannya, agar dapat membantu tumbuh kembang anak yang percaya diri dan sukses.

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 402 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Selamat dan Sukses Sidang skripsi Monallisa

21 Mei 2026 - 15:54 WIB

Selamat dan Sukses Sidang Skripsi Nanda Melisa Fitri

21 Mei 2026 - 15:38 WIB

Bersama Perempuan Majukan Bangsa: Transformasi Peran Perempuan Dalam Pembangunan Ekonomi dan Digital Indonesia

8 Mei 2026 - 18:07 WIB

Selamat dan Sukses atas Promosi Doktor Dr. Syarifah Fatimah, S.Kom., M.Kom.

4 Mei 2026 - 19:18 WIB

Pantun Hari Kartini

3 Mei 2026 - 06:53 WIB

Pantun Hari Kartini 2026

29 April 2026 - 10:42 WIB

Trending di Berita dan Artikel