(Nanda Meilisa Fitri)
Strategi komunikasi internal hari ini, merupakan hal yang sangat penting, dikarenakan komunikasi internal menentukan aktivitas-aktivitas yang mendalam terkait internal dari segala pihak, baik itu dari Pimpinan kepada bawahan, ataupun dari bawahan ke atasan, (Al qonitah, 2015). Bagaimana strategi tersebut dapat mempermudah dari keberlangsungan komunikasi yang internal, yang mana bentuk-bentuk komunikasi internal ini antara lain berupa rapat.
Adapun strategi komunikasi internal ini sangat penting untuk dipelajari, karena dapat mengurangi konflik antar perusahaan ataupun organisasi. Hal ini juga terkait tujuan dari organisasi ataupun perusahaan tersebut, karena dengan adanya strategi-strategi yang dapat membangun komunikasi yang efektif sehingga dapat membentuk kinerja yang jauh lebih baik.
Pemahaman strategi komunikasi internal, terkait fungsi dan peran komunikasi dalam organisasi ataupun perusahaan tersebut, sehingga dapat mengurangi kesalahan dan semacamnya ketika menjalani peran dan fungsi masing-masing dari personal tersebut. Hal ini dikarenakan ketika suatu organisasi ataupun perusahaan seringkali mengalami kesalahan dalam melaksanakan peran ataupun fungsi, maka akan menimbulkan konflik dalam oerganisasi/perusahaan.
Selain itu, dalam komunikasi internal yang berjalan baik, dapat membentuk nilai budaya perusahaan atau organisasi yang kokoh, karena dengan strategi komunikasi internal akan menjadi pondasi-pondasi kuat karena adanya pemahaman terkait aturan, mekanisme kerja maupun lainnya, yang terdapat di dalam perusahaan atau organisasi. Nilai-nilai budaya dari organisasi atau perusahaan akan senantiasa terjaga dan terhindar dari konflik.
Oleh karena itu, pengetahuan strategi komunikasi internal dapat membuat para anggota dalam organisasi/perusahaan akan jauh lebih bertanggung jawab. Komunikasi internal membuat para anggota lebih paham mengenai tugas maupun perannya masing-masing. Adapun beberapa strategi komunikasi internal yang dapat menjadi aspek pendukung dalam pengetahuan anggota dalam organisasi, sebagai berikut:
1. Transparansi Komunikasi
Komunikasi dari pihak atasan dalam hal ini pimpinan, seyogyanya adalah pengetahuan yang umum, dengan bahasa yang sederhana. agar semua pihak dalam organisasi dapat menerima dan memahami pesan yang sama agar, dan ini dapat membantu peran-peran dari tiap individu yang ada dalam organisasi. Hal ini, juga setidaknya mengurangi jurang perbedaan antar satu pihak dengan pihak lain, karena ketika ada di antara pihak yang mendapatkan informasi yang berbeda maka akan berbeda pula pemahaman yang akan didapatkan.
2. Menggunakan Media yang Tepat
Penggunaan media yang tepat yang dapat disesuaikan dengan tujuan komunikasi internal, contohnya komunikasi menggunakan surel (surat elektronik) atau email, komunikasi menggunakan platform, dapat mendukung komunikasi. Media komunikasi sedikit dapat menjadi sarana yang akan sangat berpengaruh dalam pemahaman suatu pesan dalam komunikasi internal.
3. Menciptakan Suasana Forum yang Terbuka
Strategi komunikasi yang memiliki kualitas umpan balik yang disampaikan dalam forum terbuka dalam organisasi, maka hal tersebut akan membuat anggota atau karyawan atau pihak-pihak yang terlibat dalam organisasi ataupun perusahaan dapat memahami pesan yang sama.
4. Teratur dalam Menyebarkan Info
Dalam komunikasi internal, hendaknya ketika ingin menyampaikan informasi yang berkaitan dengan organisasi, sebaiknya sesuai dengan prosedur ataupun struktur yang telah dibuat agar lebih mudah dicerna, karena ketika penyampaian informasi tidak sesuai dengan urutan maka hal tersebut akan menimbulkan kebingungan, terutama ketika komunikasi terjadi antara atasan kepada terhadap karyawan. Jika hal ini terjadi, maka karyawan akan kesulitan menjalankan perannya, demikian sebaliknya. Info yang jelas, teratur, lebih memudahkan selesainya pekerjaan.
5. Pelatihan komunikasi
Pelatihan Komunikasi, dimaksudkan, dalam organisasi ataupun perusahaan setidaknya ada pelatihan ataupun seminar yang berkaitan dengan komunikasi, agar mereka semua unsur organisasi memahami cara menyampaikan pesan, cara merespon, dan menanggapi dalam komunikasi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang berhasil sesuai dengan tujuan organisasi.
6. Membentuk Budaya Kolaboratif
Sistem kolaborasi dalam organisasi tanpa melihat dan membeda-bedakan antara anggotayang ada, maka hal tersebut dapat menciptakan budaya kerja sama ataupun kolaborasi yang efektif dan dapat meringankan pekerjaan, dan dapat membentuk keseimbangan dalam bekerja sama. Adanya kolaborasi yang efektif akan melahirkan citra positif dari organisasi atau perusahaan tersebut. (Penulis merupakan mahasiswa KPI semester 5 dan tim web rumahbacahikmahnurbeting.or.id)
Editor: Ita Nurcholifah, Juniawati
Tim Web:
Monallisa
Nanda Meilisa Fitri
Pajar Wahyudi







