Menu

Mode Gelap
Pembina Rumah Baca Hikmah Nur Beting dan TBM Ar-Rahmah Sampaikan Ucapan Hari Kartini 2026 Call Article Paper Special For National Education Day! Kartini Masa Kini: Kolaborasi untuk Indonesia Mandiri dan Maju Wanita dan Profesi Akuntansi: Antara Peluang, Tantangan, dan Inovasi di Era Global Kartini Masa Depan : Inovasi, Kesetaraan, dan Kemandirian

Berita dan Artikel · 31 Des 2024 19:37 WIB ·

Sang Buta Aksara Teladan Hidupku (Saumi Setyaningrum)


 Sang Buta Aksara Teladan Hidupku (Saumi Setyaningrum) Perbesar

Setiap orang memiliki sosok yang mereka pandang sebagai teladan hidup. Sosok seorang ibu adalah contoh utama tentang bagaimana seseorang dapat menunjukkan kebijaksanaan dan keteguhan hati tanpa bergantung pada pendidikan formal. Ibuku adalah sosok yang buta aksara, tidak bisa membaca dan menulis dengan baik tetapi dia mengajarkan banyak hal yang jauh lebih berharga daripada sekadar kemampuan akademis. Meskipun ibu tidak mengenyam pendidikan formal, ia menjadi guru kehidupan yang luar biasa dan memberikan berbagai nilai yang sangat penting dalam hidup bagi seluruh anak-anaknya.

Tulisan ini membahas bagaimana seorang ibu yang buta aksara, mampu menjadi teladan hidup yang menginspirasi, memberikan pelajaran hidup tentang kerja keras, kasih sayang dan nilai-nilai moral yang mendalam. Di balik keterbatasannya, ibu mampu menanamkan nilai-nilai kehidupan yang membentuk karakter anak-anaknya dan menjadi landasan untuk menjalani hidup.

Latar Belakang Ibu
Ibuku lahir di sebuah desa terpencil, di mana akses terhadap pendidikan sangat terbatas. Keluarga ibu juga berasal dari latar belakang ekonomi yang sederhana. Ayahnya, seorang petani dan ibunya hanya mengurus rumah tangga yang juga tidak memiliki pendidikan formal, hidup dalam kesederhanaan. Karena alasan ini, ibu tidak sempat mengenyam pendidikan seperti kebanyakan orang di kota, yang memungkinkan mereka untuk belajar membaca dan menulis dengan baik.

Pada masa kecilnya, ibu membantu orang tuanya bekerja di ladang, dan semua waktunya dihabiskan untuk mengurus rumah dan membantu keluarga bertahan hidup. Dalam kondisi seperti itu, pendidikan bukanlah hal yang bisa diprioritaskan. Sejak muda, ibu sudah terbiasa dengan kerja keras dan tanggung jawab yang besar.

Meskipun Buta Aksara, Ibu Mengajarkan Kehidupan
Meskipun ibu tidak bisa membaca dan menulis dengan lancar, ia memiliki kebijaksanaan yang sangat dalam. Ibu tahu bagaimana cara menghadapi berbagai tantangan hidup dengan keteguhan hati. Salah satu nilai pertama yang ia ajarkan adalah kerja keras. Ibu selalu mengatakan, “Kehidupan ini memang penuh tantangan, tapi dengan kerja keras dan ketulusan, kita bisa melalui semuanya.” Ibu mengajarkan bahwa tidak peduli seberapa sulitnya kehidupan, jika kita berusaha dengan sungguh-sungguh, kita akan mendapatkan hasilnya. Dalam ajaran Islam, terdapat beberapa dalil yang menekankan pentingnya berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai hasil yang diinginkan, meskipun menghadapi kesulitan dalam kehidupan. Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 11: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” Ayat ini menegaskan bahwa perubahan nasib seseorang bergantung pada upaya dan usaha yang dilakukannya. Selain itu, dalam Al-Qur’an Surat Al-Insyirah ayat 6 disebutkan: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” Ayat ini mengajarkan bahwa di balik setiap kesulitan, selalu ada kemudahan yang menyertainya, mendorong kita untuk tetap berusaha dan tidak berputus asa.

Ibu harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarga kami. Selain melakukan pekerjaan rumah tangga, ibu juga bekerja di ladang dan berdagang untuk membantu keluarga kami. Sungguh luar biasa ibuku. Meskipun tidak bisa baca tulis namun sangat berbakat dalam berdagang. Menghafal puluhan harga sayuran dan sembako di luar kepala dengan sangat mudah. Tidak ada yang salah untuk semua harga masing-masing barang yang dibeli dan dijual kembali. Ini sungguh satu kemampuan akademis yang luar biasa. Padahal ibuku adalah seorang buta aksara. Tidak mengenal tulisan namun sangat hafal dengan angka.

Meski terkadang harus mengurus banyak hal, ibu selalu memastikan bahwa kami, anak-anaknya, mendapatkan perhatian yang cukup dan mendidik kami dengan nilai-nilai yang baik.

Kasih Sayang Tanpa Batas
Selain mengajarkan tentang kerja keras, ibu juga menanamkan nilai kasih sayang dan perhatian terhadap orang lain. Meskipun ibu tidak pernah bisa menulis surat atau membaca buku, ia mengajarkan kepada seluruh anak-anaknya untuk selalu bersikap baik dan peduli terhadap orang lain. Ibu selalu mengatakan, “Jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain, karena hidup ini tidak hanya tentang diri kita sendiri.” Dalam Islam, terdapat beberapa ayat Al-Qur’an yang mendorong umatnya untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain, menekankan bahwa hidup ini tidak hanya tentang diri kita sendiri. Al-Qur’an Surat Al-Mā’idah ayat 2: “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” Ayat ini mengajarkan pentingnya kerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan serta larangan untuk saling membantu dalam perbuatan dosa. Al-Qur’an Surat Al-Isrā’ ayat 7: “Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri…” Ayat ini menegaskan bahwa kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain pada hakikatnya kembali kepada diri kita sendiri.

Baca Juga  Anak-anak Kampung Beting Antusias Meriahkan Hari Jadi Kota Pontianak dalam Kegiatan Literasi di Rumah Baca Hikmah Nur Beting

Ibu selalu berusaha menolong orang-orang di sekitar kami, meskipun dalam keadaan yang serba kekurangan. Ibu sering membantu tetangga yang membutuhkan bantuan, baik itu dalam bentuk makanan, tenaga, atau sekadar memberi dukungan emosional. Ia mengajarkan kepada anak-anaknya bahwa kebaikan hati dan kepedulian terhadap sesama adalah hal yang jauh lebih berharga daripada apapun yang bisa kita pelajari di sekolah.

Keteladanan dalam Menyikapi Kehidupan
Ibuku mengajarkan kepada anak-anaknya bahwa kebahagiaan bukanlah tentang seberapa banyak kita memiliki, tetapi tentang seberapa banyak yang kita berikan kepada orang lain. Ibu selalu mengajarkan untuk tidak berfokus pada kesulitan hidup, tetapi melihat peluang di balik setiap rintangan. Meskipun hidup kami penuh keterbatasan, ibu selalu bisa membuat rumah kami terasa penuh dengan cinta dan kedamaian.

Ibu selalu mengatakan, “Kita tidak bisa memilih nasib kita, tapi kita bisa memilih bagaimana kita menyikapinya.” Ibu menunjukkan keteladanan ini dalam kesehariannya. Ia selalu sabar dan tabah menghadapi segala masalah, baik itu masalah keluarga, ekonomi, atau kesehatan. Dalam setiap tantangan hidup, ibu tidak pernah menyerah. Ia menunjukkan kepada kami, anak-anaknya, bagaimana cara bertahan dan tetap tersenyum meskipun hidup terasa sangat berat.

Menghadapi tantangan hidup yang berat memang tidak mudah, namun dengan beberapa strategi, kita dapat bertahan dan tetap tersenyum. Cara yang dapat kita lakukan adalah menerima kenyataan dengan ikhlas: Menerima situasi yang terjadi dengan lapang dada. Menerima kenyataan dapat membantu kita lebih tenang dan fokus mencari solusi. Mengelola emosi dengan baik. Kita harus mengenali dan merasakan emosi yang muncul, seperti sedih atau marah, namun jangan biarkan emosi tersebut menguasai diri kita. Mengelola emosi dengan baik dapat membantu kita tetap tenang dalam menghadapi masalah (Liputan6). Kita harus berpikir positif agar dapat memberikan semangat dan motivasi untuk terus maju (fimela.com).

Meskipun terasa sulit, berlatih tersenyum dapat meningkatkan suasana hati dan memberikan energi positif. Senyuman juga dapat mempengaruhi perasaan kita menjadi lebih baik (Pijar Psikologi). Kita perlu mencari dan mendapatkan dukungan sosial dengan cara berbicara bersama orang-orang terdekat yang kita percayai. Mendapatkan dukungan dari mereka dapat memberikan kekuatan tambahan dalam menghadapi kesulitan (Aswata). Kita harus mampu menjaga kesehatan fisik dengan melakukan aktifitas fisik seperti olahraga ringan untuk menjaga kesehatan tubuh. Tubuh yang sehat dapat membantu kita lebih kuat dalam menghadapi tekanan hidup (Kemenkeu). Terakhir, kita harus dan wajib berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah swt untuk memperkuat hubungan spiritual yang dapat memberikan ketenangan batin dan kekuatan dalam menghadapi cobaan hidup (IDC Church).

Membuka Jalan Pendidikan untuk Anak-anak
Salah satu hal yang paling mengesankan adalah betapa ibu sangat menghargai pendidikan, meskipun ia sendiri tidak mengenyam pendidikan formal. Ibu sangat mendukung anak-anaknya untuk terus belajar dan selalu menekankan pentingnya pendidikan untuk masa depan yang lebih baik. Walaupun ia tidak bisa membaca atau menulis, ibu tahu bahwa pendidikan adalah alat yang kuat untuk mengubah kehidupan seseorang.

Baca Juga  Bermula dari Rumah

Ibu selalu memastikan bahwa semua anak-anaknya memiliki akses untuk belajar, meskipun kondisi ekonomi kami terbatas. Setiap kali anak-anaknya pulang dengan buku pelajaran, ibu akan bertanya apa yang saya pelajari hari itu dan ia akan memberi semangat agar terus belajar dengan tekun. Meski ibu tidak bisa membantu dengan membaca buku atau memberi tutorial, ia memberi motivasi yang kuat dan membuat anak-anaknya merasa dihargai atas usahanya dalam belajar.

Ibu sering berkata, “Meskipun aku tidak bisa membaca buku, aku bisa melihat bagaimana ilmu itu akan membantumu hidup lebih baik.” Ini adalah bentuk cinta dan harapan ibu terhadap masa depan semua anak-anaknya. Ia selalu ingin anak-anaknya mencapai lebih dari yang ia capai dan memberi kebebasan untuk mengejar impian.

Ibu dan Kebijaksanaan Hidup
Buta aksara bukan berarti ibu tidak memiliki kebijaksanaan. Sebaliknya, ibu memiliki kebijaksanaan hidup yang sangat mendalam yang tidak bisa diajarkan oleh sekolah manapun. Ibu mengajarkan nilai-nilai moral dan kehidupan yang sangat penting dalam membentuk karakter anak-anaknya. Ia mengajarkan tentang pentingnya kejujuran, rasa tanggung jawab dan bagaimana menjadi pribadi yang kuat dalam menghadapi kesulitan. Pendidikan kejujuran sangat penting karena individu yang jujur membawa perubahan signifikan demi kesejahteraan pribadi dan bersama. Sikap jujur menjadi dasar bagi tanggung jawab, yang pada gilirannya membentuk karakter individu yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan (neliti.com).

Ketika anak-anaknya mengalami kegagalan atau kekecewaan, ibu selalu ada untuk memberi dukungan dan nasihat. Ia tidak pernah memberi solusi instan, tetapi lebih kepada memberi ruang untuk berpikir dan menemukan jalan keluar sendiri. Ibu mengajarkan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tetapi kesempatan untuk belajar dan bangkit kembali.

Pengaruh Ibu terhadap Keberhasilan Anak-Anaknya
Berkat didikan dan teladan ibu, kami berhasil mengatasi berbagai tantangan hidup dan meraih pencapaian yang kami miliki hari ini. Ibu tidak hanya mengajarkan tentang pentingnya pendidikan formal, tetapi juga mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang baik dan bermanfaat bagi orang lain. Meskipun ibu tidak pernah membaca buku pelajaran atau menghadiri rapat orang tua di sekolah, ia selalu hadir dalam hidup anak-anaknya dengan cinta dan dukungan yang tak ternilai.

Kami menyadari bahwa kesuksesan tidak hanya berkat usaha sendiri, tetapi juga berkat perjuangan dan kasih sayang ibu yang tanpa henti. Ibu adalah pondasi yang kokoh dalam hidup anak-anaknya. Ia adalah teladan hidup yang mengajarkan untuk tidak pernah menyerah, selalu berbuat baik dan menghargai setiap kesempatan yang ada.

Ibuku, meskipun buta aksara, adalah teladan hidup yang luar biasa. Ia mengajarkan bahwa kebijaksanaan hidup tidak selalu berasal dari buku, tetapi dari pengalaman dan cara kita menghadapi kehidupan. Meskipun ia tidak bisa menulis atau membaca, ia mengajarkan tentang arti sejati dari pendidikan, kerja keras, kasih sayang, dan kebijaksanaan. Terima kasih kepada ibu yang telah memberikan pondasi yang kokoh bagi kami untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan semoga kami bisa mengikuti jejaknya dalam memberikan manfaat bagi orang lain. (Penulis adalah Dosen IAIN Pontianak)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 56 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Selamat dan Sukses Sidang skripsi Monallisa

21 Mei 2026 - 15:54 WIB

Selamat dan Sukses Sidang Skripsi Nanda Melisa Fitri

21 Mei 2026 - 15:38 WIB

Bersama Perempuan Majukan Bangsa: Transformasi Peran Perempuan Dalam Pembangunan Ekonomi dan Digital Indonesia

8 Mei 2026 - 18:07 WIB

Selamat dan Sukses atas Promosi Doktor Dr. Syarifah Fatimah, S.Kom., M.Kom.

4 Mei 2026 - 19:18 WIB

Pantun Hari Kartini

3 Mei 2026 - 06:53 WIB

Pantun Hari Kartini 2026

29 April 2026 - 10:42 WIB

Trending di Berita dan Artikel