Pada abad ke-21, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia berkomunikasi secara drastis. Media sosial, aplikasi pesan instan, dan platform digital lainnya telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Perkembangan ini telah membawa dampak besar pada cara manusia berinteraksi, berbagi informasi, dan membangun hubungan sosial. Oleh karena itu, memahami dampak perkembangan teknologi digital terhadap komunikasi sangat penting.
Teknologi digital telah memengaruhi cara manusia berinteraksi dan berkomunikasi. Media sosial telah menjadi platform untuk berbagi informasi, berinteraksi dengan teman dan keluarga, serta membangun hubungan sosial.
Generasi Z (Gen Z), yang lahir tahun 1997-2012 adalah generasi digital native yang bermedia sosial, pesan instan, cenderung untuk lebih individualis, dan berkomunikasi interpersonal. Hal ini dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam membangun hubungan sosial yang baik dan mengelola konflik.
Komunikasi Efektif
Komunikasi efektif bagi Gen Z yang hidup di era digital yaitu:
(1) Aktif Mendengarkan.
Perhatian penuh adalah cara menunjukkan minat pada apa yang mereka katakan, dan respon dengan pertanyaan atau tanggapan yang relevan untuk menunjukkan pemahaman.
(2). Bahasa Tubuh Positif.
Ekspresi wajah yang ramah dan kontak mata yang baik dapat meningkatkan keterbukaan dan mendukung pesan yang disampaikan.
(3). Pesan Jelas dan Singkat.
Kalimat sederhana, dan informasi yang tidak berlebihan agar pesan mudah dipahami oleh penerima.
(4) Mengatur Timing yang Tepat.
Waktu yang sesuai berkomunikasi dengan orang lain, topik penting atau sensitif agar pesan dapat diterima dengan lebih baik.
(5). Terampil berempati.
Mencoba memahami perspektif orang lain, berempati, tulus, pengertian terhadap situasi.
(6). Menyampaikan Umpan Balik Konstruktif.
Memberikan umpan balik, dengan memberikan solusi atau saran yang dapat membantu.
(7). Adaptasi terhadap Audien.
Sesuaikan gaya komunikasi dengan kebutuhan audien, baik itu di tempat kerja, dalam keluarga, atau dalam situasi sosial lainnya.
8. Praktik dan Refleksi melalui latihan.
Latihan yang kontinyu dan evaluasi komunikasi, dapat terus meningkatkan keterampilan komunikasi yang efektif.
Akhirnya, generasi Z (Gen Z) memerlukan komunikasi yang efektif meliputi pengembangan kesadaran diri, penggunaan bahasa yang efektif, pembangunan kepercayaan dan pengembangan empati untuk menghadapi tantangan besar dalam masyarakat digital. Optimalisasi komunikasi ini dapat dilakukan melalui pendidikan, pelatihan komunikasi interpersonal dan penggunaan teknologi digital yang bijak. Pembangunan komunitas yang mendukung dan inklusif dapat membantu Gen Z mengembangkan komunikasi interpersonal yang efektif. Keterlibatan orang tua dan pendidik dapat memberikan contoh dan membimbing Gen Z agar percaya diri, bijak, dan bertanggung jawab. Bersambung. Penulis adalah mahasiswa KPI IAIN Pontianak.
Penulis: Vanda Yolanda
Editor: Juniawati
Tim Web:
Monallisa
Nanda Meilisa Fitri
Pajar Wahyudi






