Menu

Mode Gelap
Pembina Rumah Baca Hikmah Nur Beting dan TBM Ar-Rahmah Sampaikan Ucapan Hari Kartini 2026 Call Article Paper Special For National Education Day! Kartini Masa Kini: Kolaborasi untuk Indonesia Mandiri dan Maju Wanita dan Profesi Akuntansi: Antara Peluang, Tantangan, dan Inovasi di Era Global Kartini Masa Depan : Inovasi, Kesetaraan, dan Kemandirian

Berita dan Artikel · 8 Mei 2026 18:07 WIB ·

Bersama Perempuan Majukan Bangsa: Transformasi Peran Perempuan Dalam Pembangunan Ekonomi dan Digital Indonesia


 Bersama Perempuan Majukan Bangsa: Transformasi Peran Perempuan Dalam Pembangunan Ekonomi dan Digital Indonesia Perbesar

BERSAMA PEREMPUAN  MAJUKAN BANGSA:TRANSFORMASI PERAN PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI DAN DIGITAL DI INDONESIA

Vanda Yolanda

Mahasiswi Komunikasi dan Penyiaran Islam (IAIN)

Kemajuan suatu bangsa tidak dapat dilepaskan dari sejauh mana perempuan diberdayakan dan dilibatkan secara aktif dalam pembangunan. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks serta percepatan transformasi digital, perempuan tidak lagi diposisikan sebagai pelengkap, melainkan telah menjadi aktor utama yang berkontribusi secara multidimensional dalam sektor ekonomi, pendidikan, sosial, serta pembentukan karakter generasi.

Perempuan memiliki posisi yang strategis dalam struktur pembangunan nasional karena keterlibatannya tidak hanya terbatas pada ranah domestik, tetapi telah berkembang mencakup berbagai sektor, termasuk ekonomi, sosial, pendidikan, budaya, serta transformasi digital yang menjadi pilar utama dalam pembangunan modern. Dalam perspektif pembangunan kontemporer, perempuan tidak lagi dapat dipahami sebagai pelengkap dalam sistem sosial, melainkan sebagai aktor utama yang memiliki kontribusi signifikan dalam pembentukan struktur ekonomi dan sosial masyarakat. Perubahan ini menunjukkan adanya transformasi paradigma pembangunan dari pendekatan yang bersifat eksklusif menuju pendekatan yang lebih inklusif dan berkeadilan gender (Setyowati, 2022).

Dalam konteks ekonomi nasional, keterlibatan perempuan mengalami pergeseran yang signifikan dari aktivitas informal menuju partisipasi yang lebih terstruktur dalam sektor produktif seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi berbasis komunitas. Perempuan tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi yang berkontribusi terhadap penciptaan nilai tambah, penguatan ekonomi keluarga, serta stabilitas sosial masyarakat. Dengan demikian, peran perempuan dalam pembangunan ekonomi tidak bersifat marginal, melainkan merupakan bagian integral dari sistem ekonomi nasional yang berkelanjutan (Rosyidi & Rofiq, 2025).

Perkembangan teknologi digital turut membuka ruang yang semakin luas bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam ekonomi berbasis teknologi dan informasi. Melalui pemanfaatan platform digital, perempuan memiliki peluang untuk mengembangkan usaha secara lebih fleksibel, menjangkau pasar yang lebih luas tanpa keterbatasan geografis, serta meningkatkan efisiensi dalam proses produksi, distribusi, dan pemasaran. Kondisi ini menunjukkan bahwa ekonomi digital memiliki posisi strategis dalam mempercepat pemberdayaan perempuan di era modern (Nasution, 2023). Namun demikian, akses terhadap teknologi yang belum merata masih menimbulkan kesenjangan digital gender yang berpotensi menghambat optimalisasi peran perempuan, sehingga diperlukan dukungan kebijakan yang responsif dan inklusif (Fitriani, 2022).

Baca Juga  Belajar Bahasa Inggris Seru: Anak-anak Kampung Beting Mengenal Nama Buah di Baca Hikmah Nur Beting

Data Badan Pusat Statistik tahun 2024 menunjukkan bahwa tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan mencapai 56,42%, sedangkan laki-laki mencapai lebih dari 84%. Perbedaan ini mencerminkan adanya kesenjangan struktural dalam akses terhadap pasar tenaga kerja yang dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya. Meskipun demikian, perempuan tetap menunjukkan kontribusi signifikan terhadap perekonomian keluarga dengan sumbangan sebesar 37,31% terhadap pendapatan rumah tangga. Hal ini menegaskan bahwa perempuan tidak dapat lagi diposisikan sebagai aktor ekonomi sekunder, melainkan telah menjadi bagian integral dalam sistem ekonomi nasional. Kondisi tersebut sekaligus mengindikasikan perlunya penguatan kebijakan yang mampu mendorong akses kerja yang lebih inklusif, fleksibel, dan berkelanjutan.

Selain dalam bidang ekonomi, perempuan juga memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia melalui fungsi sosialnya dalam keluarga sebagai pendidik pertama yang membentuk nilai, karakter, dan moral generasi bangsa. Peran ini menjadikan perempuan sebagai fondasi utama dalam pembentukan kualitas manusia Indonesia di masa depan. Di sisi lain, keterlibatan perempuan dalam berbagai aktivitas sosial menunjukkan kontribusi nyata dalam membentuk pola interaksi sosial yang lebih inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan kolektif (Lestari, 2023).

Untuk memperkuat peran strategis tersebut, diperlukan langkah-langkah konkret yang terarah, sistematis, dan berkelanjutan. Penguatan peran perempuan dalam pembangunan nasional harus dilakukan melalui pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi dengan melibatkan berbagai sektor, termasuk pendidikan, ekonomi, teknologi, serta kebijakan publik yang responsif gender. Peningkatan akses terhadap pendidikan yang berkualitas menjadi fondasi utama dalam membentuk kapasitas dan daya saing perempuan, sementara penguatan literasi digital menjadi kebutuhan strategis dalam menghadapi transformasi ekonomi berbasis teknologi. Selain itu, implementasi kebijakan yang mendukung fleksibilitas kerja, perlindungan tenaga kerja perempuan, serta pemberdayaan UMKM berbasis perempuan menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan (Widiastuti, 2018).

Baca Juga  Ibu

Dengan demikian, perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan nasional melalui kontribusinya yang bersifat multidimensional, mencakup sektor ekonomi, pendidikan, sosial, serta transformasi digital. Meskipun masih terdapat kesenjangan struktural dalam berbagai aspek, perempuan tetap menunjukkan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat. Penguatan peran perempuan melalui kebijakan yang inklusif, peningkatan akses pendidikan, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan literasi digital menjadi langkah krusial dalam mengoptimalkan potensi tersebut. Pada akhirnya, optimalisasi peran perempuan tidak hanya merupakan agenda kesetaraan, tetapi menjadi kunci utama dalam membangun masa depan bangsa yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga adil secara sosial dan berkelanjutan secara struktural.

 

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik ketenagakerjaan Indonesia. https://www.bps.go.id

Fitriani. (2022). Literasi digital dan pemberdayaan perempuan dalam era transformasi digital. Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia.

Lestari, D. A. (2023). Peran perempuan sebagai agen perubahan sosial dalam masyarakat. Jurnal Sosiologi Indonesia.

Nasution. (2023). Transformasi digital dan kesenjangan gender dalam ekonomi berbasis teknologi. Jurnal Ekonomi Pembangunan.

Setyowati. (2022). Optimalisasi peran perempuan dalam pembangunan inklusif. Jurnal Governance Indonesia.

Setyoningrum, D. (2019). Peran perempuan dalam pengelolaan ekonomi rumah tangga. Jurnal Ekonomi Keluarga.

Widiastuti, R. (2018). Strategi pemberdayaan perempuan dalam pembangunan berkelanjutan. Jurnal Pembangunan Sosial.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Selamat dan Sukses atas Promosi Doktor Dr. Syarifah Fatimah, S.Kom., M.Kom.

4 Mei 2026 - 19:18 WIB

Pantun Hari Kartini

3 Mei 2026 - 06:53 WIB

Pantun Hari Kartini 2026

29 April 2026 - 10:42 WIB

Semangat Kartini Inspirasi Perempuan Indonesia Sepanjang Masa

21 April 2026 - 11:36 WIB

Pembina Rumah Baca Hikmah Nur Beting dan TBM Ar-Rahmah Sampaikan Ucapan Hari Kartini 2026

20 April 2026 - 19:53 WIB

Lebaran Sastra Silaturahim Literasi Tahun 2026/1447 H: Ajang Berkumpulnya Sastrawan Kalbar

19 April 2026 - 17:33 WIB

Trending di Berita dan Artikel