(Nanda Meilisa Fitri)
Mahasiswi KPI IAIN Pontinak
Sering kali kekurangan dipahami sebagai alasan yang membuat seseorang tidak mampu melangkah lebih jauh. Padahal, jika kesuksesan hanya milik mereka yang lahir tanpa kekurangan, maknanya menjadi terlalu sempit. Kekurangan akan menjadi sebuah kelebihan jika kita tidak tenggelam dalam belas kasihan. Karena itu, memiliki kekurangan bukan berarti tidak mampu, melainkan memiliki kesempatan untuk belajar lebih keras dan menemukan jalan yang tidak dilihat oleh mereka yang merasa lengkap.
Aku pun merasakannya. Sejak kecil, aku selalu direndahkan hanya karena keterbatasan yang ada. Dianggap terlahir tanpa arti, dianggap tidak berguna. Namun, aku memilih untuk tidak berlarut-larut dalam cemoohan. Aku menjadikannya bahan bakar — untuk bangkit, berusaha, dan membuktikan kepada dunia bahwa aku juga bisa.
Di tengah pandangan yang sering menilai seseorang dari permukaan, tantangan terbesar bukanlah kekurangan itu sendiri, melainkan stigma negatif masyarakat yang merendahkan. Jangan sampai itu membuat kita hilang arah. Kata-kata yang menyakitkan tidak harus menentukan masa depan kita. Sering kali justru orang yang memiliki keterbatasanlah yang lebih peka, lebih tekun, dan lebih menghargai setiap kemajuan kecil.
Pada titik inilah kita harus menentukan sikap. Berhenti tentu lebih mudah, tetapi kemajuan tidak pernah lahir dari mereka yang hanya melihat hambatan. Untuk mengejar mimpi yang dianggap orang lain tak mungkin terwujud, oleh karena itu kita harus berjuang seratus kali lebih cepat dari orang lain. Mengubah keadaan dimulai dengan menerima apa yang ada, lalu memaksimalkan apa yang mampu dilakukan — tanpa menunda langkah hanya karena jalan terasa lebih panjang.
Banyak orang menunggu kekurangannya hilang atau penilaian orang berubah sebelum berbuat sesuatu. Padahal, kesuksesan jarang dimulai dari keadaan yang lengkap. Satu langkah maju, sekecil apa pun, dapat mengubah arah perjalanan seseorang — terlepas dari apa yang orang lain katakan.
Namun, langkah kecil tidak akan berarti banyak jika hanya dilakukan sesekali. Di sinilah konsistensi menjadi penting. Terus berusaha meski belum berhasil, meski masih ada yang meremehkan, meski mimpi dianggap mustahil — itulah yang membedakan antara mereka yang berhenti dan mereka yang sampai.
Pada akhirnya, kekurangan bukan penghalang kesuksesan. Keterbatasan adalah bagian dari siapa kita, tetapi bukan penentu seberapa jauh kita dapat melangkah. Stigma dan penilaian yang merendahkan mungkin ada, tetapi biarlah itu menjadi suara latar saja — bukan kompas yang mengatur ke mana kita pergi. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memulai dari apa yang dimiliki, ketekunan untuk tidak berhenti, keyakinan untuk tidak tenggelam dalam belas kasihan, dan keteguhan hati untuk tidak pernah hilang arah. Sebab, masa depan tidak dibangun oleh mereka yang tidak memiliki kekurangan, melainkan oleh mereka yang tidak membiarkan kekurangan menghalangi mereka untuk sukses.
Pantun
Segar rsanya minum teh es
Ditambah makanannya ayam panggang
Jangan bermimpi untuk sukses
Kalau masih malas dalam berjuang
Editor: Juniawati
Tim Web:
Monallisa
Uray Ega Nanda Rianti
Nanda Meilisa Fitri
- Kekurangan Bukan Penghalang Kesuksesan - 1 September 2026
- Muda Bukan Sekadar Usia - 1 September 2026
- Muda Bukan Sekadar Usia - 28 Agustus 2026






