Ibu sebagai pahlawan yang telah berjuang membesarkan anak-anaknya, sikap dari pahlawan ada pada diri ibu. Dari sejak awal anak dilahirkan bagaimana perjuangan seorang ibu melahirkan anaknya berkorban nyawa antara hidup dan mati, demi apa? …….
Hanya untuk bisa melihat anaknya lahir ke dunia ini dengan selamat , ibu rela walaupun sampai kehilangan nyawanya . Pengorbanan waktu melahirkan anak adalah perjuangan yang cukup berat yang dirasakan oleh seorang ibu .
Pendidikan yang dialami anak akan dimulai dari lingkungan keluarga di rumah dari sejak awal pertama anak dilahirkan ke dunia ini. Ibu sebagai orang tua juga berperan sebagai guru pertama untuk anak-anaknya. Anak lebih banyak mengisi hari-harinya bersama ibu di rumah. Kebersamaan ibu dengan anak-anaknya terjadi disaat kecil hingga dewasa . Didikan yang baik Insya Alllah akan tertanam dalam diri anak-anaknya sehingga menjadi pribadi yang baik pula nantinya.
Membesarkan anak-anaknya dengan penuh kesabaran dan kasih sayang serta mendidiknya dengan akhlak terpuji, supaya anak bisa beradab dengan baik kepada siapapun, ibu sadar keberhasilan anak bukan hanya ditentukan dengan uang, jabatan atau gelar tapi dengan ilmu. Dengan ilmu kita akan menjadi berharga. Ibu yang relegius mengatakan ilmu juga harus dibarengi dengan adab yang mulia, karena kedudukan adab lebih tinggi dari ilmu yang kita miliki.
Pepatah Arab mengatakan : “Al adabu fauqal ilmi” ( adab lebih tinggi dari ilmu)
Nasib bangsa ada di tangan semua ibu di dunia ini, karena di tangan ibu lah akan mencetak generasi-generasi penerus bangsa ini, tentunya semua itu tidak seperti membalikkan telapak tangan. Semuanya butuh proses yang panjang yang dialami ibu, yang akan menguji mental dan kesabarannya.
Ibu dikatakan “Pahlawan”, bedanya pahlawan rela berkorban untuk kepentingan bangsa sedangkan seorang ibu rela berkorban hanya untuk kepentingan anak-anaknya.
Dalam hal tersebut, begitu kuatnya sosok ibu yang tangguh untuk menghadapi rintangan-rintangan yang akan ia hadapi kedepannya, tapi ibu tidak akan gentar dalam hal itu . Ibu akan terus berjuang dengan gigih untuk masa depan anak-anaknya.
Ibu sudah sangat-sangat bahagia jika telah melihat keberhasilan, kebahagian, dan kesuksesan anaknya yang selalu ia sayangi sampai kapanpun.
Sikap rela berkorban demi untuk kepentingan anak-anaknya, semangatnya mewujudkan cita-cita anaknya sehinggga menjadi orang yang berguna sukses dunia akhirat , selalu berani melindungi keselamatan anak-anaknya. Semua dilakukan dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan dari anak-anaknya.
Cinta seorang Ibu untuk anaknya itu seumur hidupnya tiada terbatas.
Dalam Bahasa arab dikatakan : “ Hubbul ummi tawal hayat” ( cinta ibu sepanjang hayat).
Pribahasa menyebutkan : “Kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah”.
Dapat diartikan kasih sayang ibu sangat besar tiada terhingga sepanjang masa tanpa mengharapkan balasan apapun dari anaknya.
Sedangkan anak seberapa besar balas budi kasih sayangnya kepada orang tua, tidak akan pernah bisa menyamai kasih sayang yang telah diberikan seorang ibu.
Semua wanita yang lahir ke dunia ini pada akhirnya akan menjadi seorang ibu, pasti juga akan merasa apa yang dirasakan seperti ibu kita saat ini.
Bersyukur dan berbanggalah bisa menjadi seorang ibu, karena ibu sebagai pelopor untuk kemajuaan kelangsungan hidup anak-anaknya. Karenanya ibu bisa dikatakan “Pejuang”, yaitu pejuang untuk anak yang dilahirkannya dan pejuang untuk masa depan anak-anaknya.
Seberapa banyak ibu-ibu yang ada di dunia ini akan melahirkan anak-anak yang berguna untuk negeri ini, akan memperkuat bangsa ini untuk maju dan berkembang karena mempunyai anak-anak bangsa yang cerdas dan berkompeten.
Hal itu tanggung jawab yang begitu besar akan dialami ibu-ibu di dunia ini. Bagaimana ia bisa membesarkan buah hatinya menjadi anak yang tumbuh dengan pribadi yang baik dan tentunya impian semua orang tua di dunia ini.
Begitu besar jasamu Ibu, Engkau adalah pahlawan sejati bagi anak-anakmu, sumber kekuatan dan inpirasi yang abadi. Cinta ibu tanpa syarat selalu tulus untuk anak-anaknya dan pengorbananya tak ternilai dengan apapun.
Ibu laksana Mentari yang tak kan pernah lelah menyinari jalan hidup anaknya menuju masa depan yang gemilang karena doa Ibu yang mustajab bisa selalu menyertai langkah anaknya membuat hidup terasa aman dan nyaman serta selamat baik dunia dan akhirat.
Selamat Hari Ibu untuk semua ibu di seluruh penjuru dunia, Khususnya untuk Ibuku.
Ibuku terima kasih telah menjadi Pahlawan untuk anak-anakmu,Ibu Engkaulah Pahlawan bagiku.
Penulis: Santi Dewi
- Lebaran Sastra Silaturahim Literasi Tahun 2026/1447 H: Ajang Berkumpulnya Sastrawan Kalbar - 19 April 2026
- Ramadan: Bulan Kepedulian dan Persaudaraan - 28 Februari 2026
- Ramadahan Asik, Fokus Ibadah Untuk Meraih Berkah - 28 Februari 2026






