(Heny Hidayati)
Manajemen adalah proses mengatur dan mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai tujuan secara kooperatif dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Secara etimologis, manajemen berasal dari Bahasa Prancis kuno yang berarti seni mengatur dan melaksanakan. Dalam praktiknya, manajemen melibatkan perencanaan, koordinasi, serta pengaturan sumber daya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Menurut para ahli, seperti Mary Parker Follet dan Ricky W. Griffin, manajemen mencakup seni menyelesaikan tugas melalui orang lain dan proses perencanaan, organisasi, koordinasi, serta kontrol sumber daya.
Terdapat tiga alasan mengapa manajemen penting: 1) Membantu mencapai tujuan pribadi, kelompok, atau organisasi 2) Menciptakan keseimbangan antara berbagai tujuan dan kegiatan dalam organisasi 3) Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja organisasi ( Fatihatul Hidayah, 2024).
Rumah baca merupakan salah wadah penting untuk meningkatkan minat baca masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja, khsususnya yang kurang terjangkau oleh perpustakaan besar. Manajemen literasi di rumah baca sangat penting untuk menciptakan suasana yang kondusif bagi perkembangan minat baca dan literasi masyarakat. Literasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yakni kemampuan membaca dan menulis. Menurut Aan Subhan, literasi adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam hal membaca (Betty Maryati, 2023). Rumah baca berperan sebagai pusat kegiatan literasi yang sangat penting dalam masyarakat, kehadirannya memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan bacaan dan terlibat dalam berbagai aktivitas literasi. Berikut ini pentingnya kegiatan literasi di rumah baca antara lain:
- Meningkatkan minat baca
Melalui berbagai program dan kegiatan yang menarik, rumah baca dapat mengubah persepsi bahwa membaca itu membosankan menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat.
- Memperkaya pengetahuan
Rumah baca menyediakan berbagai jenis buku yang dapat memperluas wawasan dan pengetahuan pengunjung. Mulai dari buku fiksi, non-fiksi, hingga buku anak-anak, semua dapat ditemukan di rumah baca.
- Mengembangkan keterampilan berpikir kritis
Kegiatan literasi di rumah baca, seperti diskusi buku atau workshop menulis, dapat melatih pengunjung untuk berpikir kritis, menganalisis informasi, dan mengevaluasi argumen.
- Menumbuhkan kreativitas
Melalui kegiatan menulis, menggambar, atau bercerita, rumah baca dapat merangsang kreativitas pengunjung dan membantu mereka mengeksplorasi potensi diri.
- Membentuk karakter
Buku-buku yang baik dapat menanamkan nilai-nilai positif seperti kejujuran, keberanian, dan empati pada pembaca.
- Menjembatani kesenjangan sosial
Rumah baca memberikan akses yang sama bagi semua orang untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan, tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi.
- Mendorong partisipasi masyarakat
Rumah baca dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk berinteraksi dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan, sehingga memperkuat rasa kebersamaan.
Manajemen kegiatan literasi di rumah baca menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi efektivitas program-program literasi yang dijalankan. Berikut adalah beberapa tantangan yang sering muncul, antara lain:
- Keterbatasan sumber daya
Banyak rumah baca mengalami kendala dalam hal ketersediaan buku dan materi pembelajaran yang bervariasi. Hal ini menyebabkan minat baca masyarakat tidak berkembang secara optimal (I Gusti Made Arya Suta Wirawan, dkk, 2021).
- Partisipasi masyarakat yang rendah
Kurangnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan literasi yang disebabkan kurangnya kesadaran akan pentingnya membaca dan belajar (Tria Putri Mediana, 2019).
- Manajemen yang tidak efektif
Pengelolaan kegiatan literasi yang kurang terencana dan terorganisir dapat mengakibatkan pelaksanaan program yang tidak maksimal. Beberapa rumah baca tidak memiliki struktur organisasi yang jelas, sehingga tanggung jawab dalam program literasi menjadi kabur (Fatihatul Hidayah, 2024).
- Kendala teknis dan non teknis
Kendala teknis seperti fasilitas yang tidak memadai dan kendala non teknis seperti kurangnya dukungan dari pihak luar (misalnya donatur atau pemerintah) juga menjadi penghambat (Anis Yuniarsih, 2020).
Berikut adalah solusi untuk mengatasi tantangan kegiatan literasi pada rumah baca, antara lain:
a). Pengembangan jaringan kerja sama
Membangun kerjasama dengan sekolah, komunitas, dan lembaga lain dapat membantu meningkatkan ketersediaan sumber daya dan memperluas jangkauan program literasi. Misalnya melakukan kolaborasi dengan penerbit untuk mendapatkan buku-buku baru (Tria Putri Medina, 2019)
b). Program penyuluhan dan edukasi
Melaksanakan program penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya literasi dapat membantu menarik lebih banyak pengunjung ke rumah baca, seperti melaksanakan kegiatan bedah buku atau diskusi sastra (Anis Yuniarsih, 2020).
c). Peningkatan manajemen internal
Mengimplementasikan system manajemen yang lebih baik dengan menyusun rencana strategis, membentuk struktur organisasi yang jelas, serta melakukan evaluasi rutin terhadap program-program yang dijalankan ( I Gusti Made Arya Suta Wirawan, dkk, 2021).
d). Inovasi dalam kegiatan literasi
Menerapkan metode pembelajaran yang inovatif dan menarik seperti penggunaan teknologi informasi atau kegiatan interaktif dapat meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat terutama anak-anak dan remaja (I Gusti Made Arya Suta Wirawan, dkk, 2021).
Manajemen kegiatan literasi pada rumah baca memang menghadapi berbagai tantangan yang perlu diatasi agar tujuan pengingkatan minat baca dapat tercapai. Dengan menerapkan solusi yang tepat seperti menjalin kerjasama dengan pihak lain, mengadakan kegiatan menarik, melakukan perencanaan program yang matang, dan memanfaatkan teknologi, rumah baca dapat menjadi pusat literasi yang efektif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui upaya bersama ini, kita dapat menciptakan budaya membaca yang lebih kuat ditengah masyarakat. (Penulis merupakan dosen tetap pada Prodi Manajemen Bisnis Syariah FEBI IAIN Pontianak).
REFERENSI
Anis Yuniarsih. 2020. Manajemen Pelayanan Taman Baca Masyarakat Alam Pintar Di Desa Lopait Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. UIN Walisongo Semarang.
Betty Maryati. 2023. Manajemen Program Literasi Di Taman Baca Masyarakat Rumah Kreatif Wadas Kelir Purwokerto Selatan. UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto.
Fatihatul Hidayah. 2024. Manajemen Pelayanan Pada Taman Baca Sapo Literasi Kabupaten Karo. Triwikrama. Jurnal Ilmu Sosial. Vol. 4 No.10. UIN Sumatera Utara Medan.
I Gusti Made Arya Suta Wirawan, dkk. 2021. Manajemen Taman Baca Rumah Kaca Sebagai Upaya Meningkatkan Budaya Literasi Anak Di Dusun Yeh Biu Desa Patas Kabupaten Buleleng. Proceeding Senadimas Undiksha.
Tria Putri Mediana. 2019. Manajemen Program Literasi Dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Di Desa Widodomartani Ngemplak Sleman Yogyakarta. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Editor: Juniawati
Tim Website:
Monallisa
Nanda Meilisa Fitri
Pajar Wahyudi







