(Ita Nurcholifah)
Rumah baca berfungsi sebagai sumber informasi dan belajar bagi masyarakat, sangat berperan dalam meningkatkan minat baca dan literasi. Dalam petunjuk teknis Pengajuan dan Pengelolaan Taman bacaan Masyarakat (TBM) tahun 2012 (dalam Akbar Maulana, dkk: 2019), penyelenggaraan Taman Bacaan Masyarakat dimaksudkan untuk menyediakan akses sarana pembelajaran yang menyediakan dan memberi layanan bahan bacaan yang merata, meluas, dan terjangkau oleh masyarakat dengan mudah dan murah. Adapun tujuan Taman Bacaan Masyarakat adalah: (1). Untuk meningkatkan kemampuan keaksaraan dan keterampilan membaca, (2). Menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca, (3) Membangun masyarakat membaca dan belajar, (4). Mendorong terwujudnya masyarakat pembelajar sepanjang hayat dan (5). Mewujudkan kualitas dan kemandirian masyarakat yang berpengetahuan, berketerampilan, berbudaya maju, dan beradab.
Rumah baca yang sukses tidak hanya bergantung pada buku yang tersedia, tetapi juga pada manajemen dan peningkatan koleksi buku-buku tersebut. Keberhasilan sebuah rumah baca bergantung pada manajemen yang baik dalam membangun koleksi buku. Sebagai sumber pengetahuan dan literasi, rumah baca berkontribusi besar dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebuah rumah baca harus memiliki koleksi buku yang relevan, terkini, dan dikelola dengan baik. Di sinilah manajemen sangat penting.
Menurut Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya untuk mencapai tujuan organisasi (Muslichah Erma Widiana: 2020). Pentingnya manajemen pada rumah baca dalam meningkatkan koleksi buku adalah agar tercipta: (1) Efisiensi. Manajemen yang baik akan membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada, (2) Relevansi. Koleksi buku selalu dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan para pembaca. (3) Aksesibilitas. Buku- Buku akan disusun secara sistematis dan mudah ditemukan, sehingga pembaca dapat dengan mudah menemukan apa yang mereka butuhkan. (4) Dengan manajemen yang baik, koleksi buku tetap terjaga dan dapat digunakan oleh generasi berikutnya.
Peran Manajemen dalam peningkatan koleksi buku bukan hanya sekadar mengumpulkan buku sebanyak-banyaknya, tetapi juga melibatkan serangkaian aktivitas yang terencana dan sistematis, antara lain: (1) Melakukan perencanaan, dalam aktivitas ini pengelolan menentukan jenis buku yang akan dikoleksi, jumlah buku yang dibutuhkan, serta sumber dana untuk pengadaan buku, (2) Melakukan pengadaan yaitu melakukan aktivitas pemilihan buku yang berkualitas, baik melalui pembelian, donasi, maupun pertukaran, (3) Melakukan Pengolahan, yaitu Melakukan kegiatan teknis seperti klasifikasi, katalogisasi, dan penempatan buku di rak, (4) Pelestarian, adalah aktivitas melakukan perawatan buku agar tetap awet dan tahan lama, dan (5) Melakukan evaluasi, yaitu melakukan penilaian secara berkala terhadap koleksi buku untuk mengetahui tingkat relevansi dan minat pembaca.
Rumah Baca dapat menerapkan manajemen untuk memastikan bahwa koleksi buku tetap relevan, dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
- Analisis Kebutuhan Pengguna.
Pelajari preferensi dan kebutuhan bacaan pengunjung dengan melakukan survei atau wawancara. Ini membantu dalam menentukan jenis buku apa yang harus ditambahkan atau diperbarui.
- Pemantauan Tren
Mencatat tren dalam literatur dan topik populer yang diminati masyarakat. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan membaca ulasan buku, mengikuti diskusi literatur, atau berpartisipasi dalam konferensi dan pameran buku.
- Kerja sama dengan penerbit dan penulis
Bekerja sama dengan penerbit dan penulis untuk mendapatkan informasi tentang buku terbaru dan edisi khusus yang mungkin menarik bagi pengunjung rumah baca.
- Evaluasi Berkala
Secara teratur mengevaluasi koleksi buku yang ada. Buku yang usang, rusak, atau tidak diminati dapat diganti dengan buku baru yang lebih relevan.
- Penggunaan Teknologi
Menggunakan alat seperti sistem manajemen perpustakaan digital untuk melacak penggunaan buku dan mengidentifikasi buku-buku yang sering dipinjam atau dicari oleh pengunjung.
- Program dan Kegiatan Literasi
Tingkatkan minat pengunjung dengan mengadakan diskusi buku, klub baca, atau workshop.
Dengan melakukan langkah-langkah manajemen tersebut di atas, rumah baca dapat memastikan koleksi buku selalu tersedia, memenuhi kebutuhan dan minat pengunjung. Dengan menerapkan teknik manajemen yang baik, diharapkan rumah baca dapat lebih teratur dan menyenangkan dalam tampilannya. Koleksi buku tidak hanya akan menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga menjadi sebuah karya seni yang indah untuk dipandang. (Penulis merupakan Dosen tetap Prodi Manajemen Bisnis Syari’ah FEBI di IAIN Pontianak sekaligus Pembina Rumah Baca Hikmah Nur Beting).
Editor: Juniawati
Tim Website:
Monallisa
Nanda Meilisa Fitri
Pajar Wahyudi







