(Uswatun Hasanah)
Menabur warna diujung rasa
Mengheningkan cipta pada semesta
Seolah bahwa penguasa
Pembuat kebijakan pertama
Pemimpin hanya mengundang tanya
Mengapa dan bagaimana
Meski sebagiannya tandu
Sebagian adalah tamu, lalu lalang merayu
Mengharap belas kasih madu mereka yang mulai layu, hilang warna, gelap mata oleh kialuan dunia
Ambisi merajai segalanya
Dan jadilah tikus-tikus pemangsa tahta
Mengapa harus ada meteri jika suara rakyat tak diminati
Mengapa rakyat harus berbagi
Dengan perih menyayat hati
Sedang pemimpin mampu jadi penentu
Maka biarkan amanah itu menusuk kalbu
Sehingga mereka tak ragu untuk melangkah maju
Inilah bukti pemimpin itu perisai
Pelindung tuk bertahan atau sebaliknya
Membunuh perlahan
Bagaimana kita bisa pasrah pada kenyataan
Sedang ketidakadilan masih jadi rebutan
Bagaimana kita bisa yakin perubahan
Sedang wajah negeri sudah mulai suram
Tugas penguasa, abdi negara mengemban amanah mulia
Paling berat adalah pemimpin durjana
Maka perhatikan tiap tindak-tanduknya
Agar keselamatan merestui kita
Editor: Juniawati
Tim Web:
Monallisa
Nanda Meilisa Fitri
Uray Ega Nanda Rianti
- Lebaran Sastra Silaturahim Literasi Tahun 2026/1447 H: Ajang Berkumpulnya Sastrawan Kalbar - 19 April 2026
- Ramadan: Bulan Kepedulian dan Persaudaraan - 28 Februari 2026
- Ramadahan Asik, Fokus Ibadah Untuk Meraih Berkah - 28 Februari 2026






