Hari ini adalah hari ibu tepat nya tanggal 22 Desember 2025, saya akan menuliskan surat kecil untuk ibu sebagai bentuk penghormatan dan bentuk terima kasih karena ibu telah melahirkan ku, merawatku dengan kasih sayang dan penuh cinta, serta mendidikku dengan baik.
Terima kasih ibu, ibu adalah pahlawan tanpa jasa yang tidak pernah meminta balasan apapun dari anak-anaknya. Walaupun kekecewaan yang sering ibu terima, tetapi tidak pernah sedikitpun terlintas di fikiran ibu untuk berhenti menyayangi dan mencintai anak nya dengan sepenuh hati. Menurut saya ibu adalah bagian terpenting didalam kehidupan, karena ketika kita diciptakan tuhan menempatkan kita di dalam tempat yang begitu isimewa, yaitu rahim seorang ibu. Ibu melahirkan kita dengan rasa sakit yang begitu dasyat setalah itu ibu merawat kita tanpa lelah. Disaat aku menangis pun hanya dekapan ibu yang bisa menghetikan tangisan tersebut, dengan ketulusannya ibu bisa merawat ku hingga besar saat ini. Setelah aku dewasa, Setiap hari aku belajar banyak hal dari ibu, dari cara senyumnya, cara berbicara, sampai cara ibu menjaga keluarga. Ketika aku jauh dari ibu, aku selalu membutuhkan pelukan yang begitu hangat, karena rumah ternyaman adalah rumah yang didalamnya ada peran seorang ibu. ibu bagaikan lilin yang menerangi jalanku ketika aku tidak tau harus kemana, ibu adalah tujuan setiap kali aku tersesat. Bahkan ada pepatah yang mengatakan ibu adalah madrasah pertama untuk anak-anaknya.
Hari ini aku ingin sedikit bercerita: “ Disaat hari dimana ibu ku sangat terpuruk oleh keadaan karena di tinggalkan oleh seorang lelaki yang sangat ibu cintai yaitu adalah seorang ayah dari ke 5 anaknya. aku melihat tatapan ibu yang begitu dalam dengan badan yang lemah, tetapi di balik itu ada kekuatan ibu yang terpendam. Mungkin saat itu ibu berfikir bagaimana cara menghidupkan ke 5 anak nya tanpa seorang kepala rumah tangga , yg pada saat itu ke 5 anak nyamasih kecil. Ibu hanya bisa menatap dalam dan meneteskan air mata ketika ayah meninggalkan ibu untuk selama-lamanya. Tetapi dengan ketulusan dan tanggung jawab sebagai seorang ibu, ibu tidak pernah menelantarkan anak-anak nya meskipun ibu sendirian. Ibu selalu memenuhi kebutuhan keluarga, memberikan ketenangan pada anak-anaknya meskipun ibu memiliki luka batin yang sangat pedih, tetapi langkah ibu tidak berhenti di situ untuk tidak melanjutkan hidup dan bertanggung jawab untuk anak-anaknya.
“Tidak ada jalan tanpa debu dan tidak ada kesuksesan tanpa doa ibu”
(Penulis: mahasiswa KPI IAIN Pontianak) suci, Nila, rabiatul






