Menu

Mode Gelap
Call Article Paper Special For National Education Day! Kartini Masa Kini: Kolaborasi untuk Indonesia Mandiri dan Maju Wanita dan Profesi Akuntansi: Antara Peluang, Tantangan, dan Inovasi di Era Global Kartini Masa Depan : Inovasi, Kesetaraan, dan Kemandirian Selamat Hari Pendidikan Nasional 2025✨

Berita dan Artikel · 18 Mar 2026 22:11 WIB ·

Ziarah Makam dan Harapan Kaum Marginal


 Ziarah Makam dan Harapan Kaum Marginal Perbesar

Setiap menjelang bulan puasa, saya mengajak anak-anak berziarah ke makam Omanya. Memasuki pintu gerbang pemakaman, para peziarah ada yang sedang membersihkan makam keluarganya, ada juga yang berdoa dan membaca surah Yasin.

Setelah kami sampai di makam Oma, kami didekati dua orang anak kecil yg menawarkan jasa membersihkan makam. Saya pun mengiyakan dan mempersilakan mereka membersihkan makam Oma.

Keesokan harinya, si bungsu berkata, “Ma, bolehkah saya main ke rumah teman yang rumahnya dekat kuburan?” Saya balik bertanya, “untuk apa main ke sana?” Dia menjawab, “mau ikut teman, membersihkan makam”.

Saya sempat terdiam dengan keinginan si bungsu. Saya menyarankan, dia meminta izin ke Papanya. Ternyata Papanya membolehkan.

Singkat cerita, menjelang magrib, si bungsu bercerita pengalamannya membersihkan makam, sambil mengeluarkan uang dari sakunya.

Baca Juga  3 Bacaan Tokoh Dunia Yang Menginspirasi. Yuk, Simak!

Dia membersihkan makam yang diziarahi sepasang suami istri dengan pakaian sederhana. Nama di makam sudah buram. Tapi perhatiannya terhadap pakaian yang dikenakan peziarah makam tersebut. Sebelum sempat bertanya, dia melanjutkan ceritanya, temannya mem- briefing, Sebelum bekerja, temannya menyaran dia memperhatikan peziarah dari pakaian yang digunakan. “Jika peziarah menggunakan gaun, sepatu dan tas brandid, segera kau dekati dan menawarkan jasamu. Mereka royal memberi upah.”

Si bungsu sudah berencana bersama temannya menjual bunga yg akan ditaburkan di makam pada saat ziarah

salat idul fitri, untungnya lebih besar.

Dari pengalaman Si Bungsu, bisa ditarik sebuah kondisi masyarakat marginal yang menggantungkan ekonomi mereka dari peziarah makam. Mereka menjual jasa sebagai penjual bunga dan pembersih makam.

Baca Juga  Taman Bacaan Ar-rahmah Desa Mega Timur Resmi Dibuka

Saat lebaran, kita ke makam dengan pakaian ysng indah dipandang mata. Di sekeliling kita terdapat beberapa anak dengan pakaian ala kadarnya sambil menenteng sabit, ember, dan lap. Mereka menanggalkan kesenangan lebaran, dan memilih menjadi penjual bunga dan pembersih makam. Semoga anak-anak seperti ini menjadi anak yang sukses, mereka anak-anak yang tumbuh dalam kesederhanaan dan bisa membaca peluang ekonomi. (Penulis adalah Dosen IAIN Pontianak Prodi Manajemen Dakwah: Dr. Patmawati, M.Ag)

Facebook Comments Box
Fajar Wahyu
Latest posts by Fajar Wahyu (see all)
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ramadan: Bulan Kepedulian dan Persaudaraan

28 Februari 2026 - 09:50 WIB

Ramadahan Asik, Fokus Ibadah Untuk Meraih Berkah

28 Februari 2026 - 09:17 WIB

VERSI-KU DI 2026

29 Januari 2026 - 11:31 WIB

Tahun 2026 Kuatkan Semangat Berkarya

29 Januari 2026 - 11:24 WIB

Yuk Menulis Tips Hadapi Tantangan 2026

21 Januari 2026 - 12:03 WIB

Setulus Kasih Ibu

31 Desember 2025 - 21:20 WIB

Trending di Berita dan Artikel