Menu

Mode Gelap
Pembina Rumah Baca Hikmah Nur Beting dan TBM Ar-Rahmah Sampaikan Ucapan Hari Kartini 2026 Call Article Paper Special For National Education Day! Kartini Masa Kini: Kolaborasi untuk Indonesia Mandiri dan Maju Wanita dan Profesi Akuntansi: Antara Peluang, Tantangan, dan Inovasi di Era Global Kartini Masa Depan : Inovasi, Kesetaraan, dan Kemandirian

Berita dan Artikel · 10 Jun 2025 20:53 WIB ·

Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Adil Melalui Partisipasi Semesta Berbasis Komunitas


 Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Adil Melalui Partisipasi Semesta Berbasis Komunitas Perbesar

(Dina Khairunnisa, M.H)

Pendidikan merupakan hak asasi manusia yang fundamental. Namun, kenyataannya, belum semua anak bangsa mendapatkan layanan pendidikan yang adil dan inklusif. Ketimpangan antar wilayah, keterbatasan fasilitas, dan ketidakmerataan guru berkualitas menjadi hambatan dalam pemenuhan hak dan partisipasi semesta. Diperlukan sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, komunitas, orang tua, lembaga sosial, sektor swasta, hingga media dalam mewujudkan sistem pendidikan tanpa diskriminasi.

Pendidikan Inklusif dan Adil

Pendidikan inklusif adalah sistem pendidikan yang menerima dan melayani semua peserta didik tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, gender, atau kemampuan fisik. Pendidikan adil adalah pendidikan yang memberikan perlakuan yang setara sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Pendidikan inklusif dan adil sangat selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 yang berbunyi: “Menjamin pendidikan yang inklusif, adil, dan bermutu serta mendukung kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua.” Namun, berbagai survei nasional mengungkapkan, anak-anak keluarga miskin besar kemungkinan putus sekolah. Anak disabilitas kerap diabaikan, baik sisi penerimaan, fasilitas, maupun metode pembelajaran adaptif. Butuh strategi baru yang lebih terdesentralisasi dan berbasis komunitas untuk menjamin pendidikan benar-benar inklusif dan adil.

Baca Juga  Syair-Syair Ramadhan

Konsep Partisipasi Semesta Berbasis Komunitas

Partisipasi semesta berbasis komunitas merupakan strategi pembangunan pendidikan yang menempatkan komunitas sebagai aktor utama dalam mengidentifikasi masalah, merancang solusi, dan melaksanakan aksi nyata. Pendekatan ini mengedepankan prinsip kolaborasi horizontal dan lokalitas.

Partisipasi semesta berbasis komunitas melibatkan berbagai unsur yang saling melengkapi. Mulai dari pemerintah lokal, memberikan dukungan kebijakan pendidikan inklusif, menyediakan anggaran memadai, memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan.

Masyarakat berperan mengorganisasi potensi lokal, menggerakkan relawan, menjaga dan mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal ke dalam proses pendidikan. Sekolah dan guru berperan melalui inovasi pembelajaran inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik dari berbagai latar belakang.

Orang tua juga berperan penting dengan terlibat aktif dalam proses pendidikan anak melalui keterlibatan dalam kegiatan sekolah. Sementara lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi sosial memberikan pendampingan, advokasi, dan penguatan kapasitas kepada masyarakat maupun sekolah. Sektor swasta berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), penyediaan pelatihan keterampilan, dan teknologi pendukung pendidikan. Kolaborasi ini merupakan fondasi terwujudnya ekosistem pendidikan inklusif, adil, dan berkelanjutan. Akhirnya, komunitas tidak sekadar menjadi objek penerima kebijakan pendidikan, melainkan subjek aktif yang turut menentukan arah dan keberhasilan pendidikan di lingkungannya. (Penulis adalah Dosen FEBI IAIN Pontianak)

Baca Juga  Lestarikan Berpantun

Editor: Juniawati

Tim Website:

Monallisa

Nanda Meilisa Fitri

Pajar Wahyudi

 

 

 

Facebook Comments Box
Monallisa
Latest posts by Monallisa (see all)
Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Membangun Semangat Literasi pada Anak

7 Agustus 2026 - 10:23 WIB

Pengalaman Liburan

20 Juli 2026 - 21:06 WIB

Liburan Ke Jawa

20 Juli 2026 - 20:51 WIB

Liburan Tipis-Tipis Ala Gen Z

10 Juli 2026 - 10:16 WIB

Pantun Liburan Bermanfaat

10 Juli 2026 - 09:35 WIB

Cerita Liburan Kemarin 

20 Juni 2026 - 21:15 WIB

Trending di Berita dan Artikel